"Aviation in itself is not inherently dangerous. But to an even greater degree than the sea, it is terribly unforgiving of any carelessness, incapacity or neglect."
— Captain A. G. Lamplugh, British Aviation Insurance Group, London. Circa early 1930's. This famous phrase has been reproduced on posters and plaques many times, with the attribution of 'anonymous.' I was told at a book signing that André Priester (one of the first Pan Am employee's) may have said it, and decided to check this with R. E. G. Davis who is curator of air transport history at the Smithsonian and author of a book on Pan Am. Ron called me back and told me the phrase pre-dates Priester, but that his research shows the originator of the phrase was Captain Lamplugh, who was quite well known in British aviation circles after W.W.I. |
|
|
|
|
CATT Column
|
Tuesday, 29 June 2010 00:00 |
|
Starting 28th September, ICAO will hold the 37th Assembly Session. The Assembly meets at least once every three years. ICAO's 190 Member States and a large number of international organizations are invited to the Assembly, which will establish the worldwide policy of the Organization for the next three years.
At these sessions, the complete work of the Organization in the technical, economic, legal and technical cooperation fields is reviewed in detail, and guidance is given to the other bodies of ICAO for their future work as prescribed in Article 49 of the Convention on International Civil Aviation.
In preparation for the 37th Assembly, ICAO has conducted a series of meetings, conferences, seminars and colloquiums covering the main critical areas of focus – safety, environment and security.
During 29 March to 1 April, ICAO held a High Level Safety Conference for all States aimed at the Director General level. 600 people, including the Indonesian delegation lead by the DG, Pak Herry Bakti, attended this conference. This was the key conference leading into the Assembly to establish ICAO’s next three years priorities for safety.
|
|
Read more...
|
|
|
Tuesday, 25 May 2010 00:00 |
|
Dalam Kolom CATT sebelumnya, kami telah membahas identifikasi hazard yang merupakan bagian utama dari manajemen risiko (bagian-bagian lainnya adalah penilaian risiko dan mitigasi risiko). Saya telah mengikuti perdebatan di internet mengenai apa itu hazard - perdebatan ini terjadi di antara para pakar keselamatan (terutama dari Amerika Serikat). Yang membuat saya kaget adalah adanya kesulitan dalam menentukan deskripsi mengenai hazard itu sendiri. Jadi, dalam kolom kali ini, saya ingin memberikan beberapa informasi lebih lanjut tentang identifikasi hazard.
Dalam debat di internet yang saya ikuti, Patrick Hudson (Professor of Human Factors in Safety, Delft University of Technology), menyatakan "kata Hazard terus menciptakan kebingungan, dan kadang-kadang definisi-nya pun tidak membantu, terutama ketika kita berikan kepada seorang pekerja sebuah difinisi yang digunakan secara internasional. ... ... Masalahnya adalah kita masih sering bingung/tidak paham antara perbedaan apa yang membahayakan dan bagaimana bahaya itu dapat terjadi sehingga kita mendapatkan definisi yang mencakup tindakan tidak aman (yang mana hal itu akan berbahaya jika ada hazard, atau bagaimana hazard itu muncul diakibatkan oleh tindakan berbahaya). "
|
|
Read more...
|
|
Tuesday, 06 April 2010 00:00 |
|
Dalam kolom CATT sebelumnya, kami sudah mengawali pembahasan mengenai manajemen risiko, yang merupakan bagian fundamental dari Program Keselamatan Penerbangan. Kami juga menyinggung bahwa manajemen risiko terdiri atas 3 tahap: identifikasi hazard, penilaian risiko dan pengurangan risiko. Dalam kolom ini, kami akan membahas lebih jauh mengenai identifikasi hazard.
ICAO Doc 9859 mendefinisikan “keselamatan” sebagai "keadaan di mana risiko ancaman terhadap orang-orang atau terhadap kerusakan harta-benda diperkecil/ diminimumkan pada atau di bawah, tingkat yang dapat diterima melalui proses identifikasi hazard dan manajemen risiko yang berkesinambungan ".
Sudah jelas, identifikasi hazard adalah hal yang penting namun bagaimana cara mengenali hazard tersebut ?
|
|
Read more...
|
|
Tuesday, 02 February 2010 00:00 |
|
Salah satu elemen kunci dari Program Keselamatan Penerbangan dan dari setiap SMS adalah cara bagaimana mengelola risiko. Hal ini merupakan bagian yang penting bagi Ditjen Hubud untuk dapat mengganti sebuah cara tradisional dalam pengawasan dan audit dalam memastikan kepatuhan, menjadi sebuah pengawasan terhadap Sistem Manajemen Keselamatan yang ada pada organisasi.
Manajemen Risiko merupakan bagian dari Program Keselamatan Penerbangan dan juga bagian dari setiap SMS, di mana keselamatan diperoleh secara nyata, melalui identifikasi hazard, kemudian melakukan penilaian risiko yang mungkin muncul, serta melakukan tindakan untuk mengelola risiko tersebut. Informasi berbasis risiko juga sangat berguna dalam elemen Safety Assurance dari sebuah SSP dengan menjalankan dan memantau Safety Performance. Teknik Manajemen Risiko juga sangat berguna dalam proses pengenalan terhadap berbagai perubahan, di mana ada sebuah Penilaian Risiko (atau Penilaian Keselamatan) pada kegiatan baru yang telah direncanakan; sebagai contoh, adanya pembukaan rute baru atau pengenalan fasilitas baru.
ICAO telah mempublikasikan beberapa informasi mengenai penerapan Menejemen Risiko sebagai sebuah alat untuk meningkatkan keselamatan pada penerbangan sipil. ICAO Doc 9859, Safety Management Manual merupakan permulaan yang bagus untuk memahami elemen-elemen dari Manajemen Risiko. Metode dasar yang dianjurkan oleh ICAO dalam menjalankan manajemen risiko keselamatan terlihat pada gambar 6-1 pada Doc 9859 di bawah ini:
|
|
Read more...
|
|
Monday, 25 January 2010 02:57 |
 |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
|
Page 1 of 5 |
|
|
|
|
|
Industry Highlights:
Business Travel Awards 2009: International Airport (source: www.cntraveller.com)
Rank
|
Airport |
Score |
| 1 |
Beijing Capital International, China |
87.30 |
| 2 |
Incheon International Seoul, South Korea |
86.44 |
| 3 |
Changi, Singapore |
86.38 |
| 4 |
Schiphol, Amsterdam |
86.17 |
| 5 |
Hong Kong International |
85.65 |
| 6 |
Dubai International |
85.56 |
| 7 |
Madrid Barajas International |
84.53 |
| 8 |
Kuala Lumpur International |
84.47 |
| 9 |
Sydney |
84.40 |
| 10 |
Barcelona |
83.35 |
| 11 |
Zurich
|
77.63 |
| 12 |
Frankfurt |
76.84 |
| 13 |
Munich |
76.53 |
| 14 |
Copenhagen |
72.74 |
| 15 |
Vancouver |
71.06 |
|
|
|
|
|